Banda Neira ‘ Jazirah al-Mulk ( Daerah para raja-raja )

Posted: Maret 10, 2012 in Uncategorized

Banda Neira atau Banda Naira adalah salah satu pulau di Kepulauan Banda, dan merupakan pusat administratif Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Secara administratif, Banda Neira terbagi dalam 6 desa, yakni Dwiwarna, Kampung Baru, Merdeka, Nusantara, Rajawali, dan Tanah Rata.

Topografi pulau ini cenderung datar, sehingga memungkinkan didirikannya kota kecil. Pulau Banda Neira memiliki kantor pemerintahan, toko, dermaga, dan bandara. Penduduk pulau ini berjumlah 14.000.

Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dan fuli dunia, karena Kep. Banda adalah satu-satunya sumber rempah-rempah yang bernilai tinggi itu hingga pertengahan abad ke-19. Kota modernnya didirikan oleh anggota VOC, yang membantai penduduk Banda untuk mendapatkan palanya pada tahun 1621 dan membawa yang tersisa ke Batavia (kini Jakarta) untuk dijadikan budak. ( Wikipedia )

Banda Neira merupakan bagian dari sejarah dunia internasional, kota ini adalah kota kenangan yang tidak terlupakan. Sebuah kota tua yang sudah berumur 5 abad serta menyimpan misteri bagi tiap penduduk nya. Neira adalah ibukota kecamatan banda yang disebut “een klein Europeesche Stad in Zuid-Oost Azie atau group dari kota-kota eropa yang dimiliki Asia Tenggara oleh para sejarawan asing.

 Banda Neira pemandangan ciamik mulai dari darat,laut hingga bawah  laut nya serta bagi penyuka sejarah, Banda neira juga menyimpan  banyak cerita yang seru untuk di pelajari. Banda Neira juga merupakan  penghasil rempah-rempah ( pala dan cengkeh ) untuk dunia. Luas  Daratan banda neira ini tidak terlalu luas sehingga bisa mengelilingi nya  hanya dengan menggunakan becak.

 Penduduk lokal nya sangat ramah kepada pendatang atau wisatawan  baik domestik maupun mancanegara, karena mereka ingin pulau nya di  kunjungi banyak wisatawan domestik yang notabene jarang berkunjung  ke pulau ini.

Tiga pulau terbesar di kawasan ini adalah Pulau Neira, Pulau Banda Besar dan Pulau Gunung Api. Bandaneira adalah satu-satunya kota di kepuluan ini yang terletak di Pulau Neira di mana terdapat juga pelabuhan udara.Bandaneira merupakan titik awal yang bagus bagi wisatawan yang akan melakukan eksplorasi di kepulauan Banda. Pada masa lalu Bandaneira merupakan kota kolonial yang sibuk dan memiliki rumah-rumah besar (mansion) yang dihuni pendatang dari Eropa.

Banda Neira kota di ujung pelangi dengan sejuta keelokan mulai dari pantai berpasir putih, pemandangan bawah laut yang memukau salah satu nya adalah lava flow yang berada di sekitar gunung api ( Gunung Api adalah pulau gunung berapi kecil yang terletak di sebelah Barat Banda Neira. Gunung ini meletus pada tahun 1988 dan lava panasnya mengalir ke Laut Banda serta menghancurkan sistem terumbu karang yang ada ).

Tetapi akibat ledakan gunung api tersebut terjadi fenomena alam yang sangat memukau, yaitu setelah 23 tahun ledakan tersebut terbentuk lava flow dengan keanekaragaman hayati yang beragam dengan bermacam-macam karang yang mempesona.

 *How To Get There *

  1. Perjalanan udara dari jakarta ke ambon ( 3 jam )
  2. Dilanjutkan perjalanan udara dari ambon ke banda neira ( 45 menit )
  3. Bisa juga menggunakan kapal laut dari ambon menuju banda neira tapi harus mengecek jadwal keberangkatan kapal, karena kapal berangkat tiap 2 minggu sekali ( 6 jam )

* Where to Stay *

  1. Hotel Maulana
  2. Home stay ( Rumah penduduk lokal )

* Sight – Seeing *

  1. Tugu kemerdekaan
  2. Monumen Nassau
  3. Makatita hall
  4. Istana mini (di istana ini di salah satu jendelanya terdapat sebuah pesan yang ditulis seorang tentara, yang bunuh diri karena kesepian di Bandaneira. Dan juga ada mitos, satu bagian tembok yang tidak bisa ditambal lagi. setiap kali disemen/dibeton, selalu akan rontok lagi)
  5. Rumah pengasingan bung hatta (masih terawat sangat baik secara turun temurun oleh pengurusnya)
  6. Benteng Nassau (dibangun pada tahun 1608 : pada tahun 1621 di benteng ini pernah dilakukan pembantaian untuk 44 orang terkaya dan berpengaruh di Banda)
  7. Pulau gunung api
  8. Pulau Karaka
  9. Pulau Ay
  10. Pulau Nailaka
  11. Pulau Run
  12. Pulau Hatta
  13. Benteng Holandia
  14. Tanjung Karnovol (snorkeling bareng hiu yang konon jinak-jinak)
  15. Pulau Syahrir/pulau Pisang
  16. Rumah budaya (tempat penyimpanan sejarah kepulauan Banda)
  17. Rumah pengasingan syahrir
  18. Rumah dr Tjipto mangunkusumo
  19. Rumah captain Christoher cole
  20. Klenteng Cina

Foto dari berbagai sumber yang tidak mau disebut kan *Thanks guys

” Traveller is not a state to suffer…it’s a dignity to conquer yourself ” #KataKadal

Komentar
  1. Turissendaljepit mengatakan:

    thank u infonya #Kadal, bisa buat referensi nih..

  2. Agil mengatakan:

    Halo,
    Salam kenal, saya Agil Prasetyo administrator dari microsite citilinkstory.com
    Apakah tulisan yang menarik ini bisa dimuat di http://www.citilinkstory.com?
    Tolong kabari.
    Terima kasih.🙂

  3. adis latif mengatakan:

    Maaf ya mw koreksi sdikit,,, kampung di banda skrng bukan cuma 6 saja tp sdh bnyak,,,,klu 6 itu di pulau neira,, blum trhitung di banda besar n pulau2 lainnya,,,,,, lbh lnjut koment di fbku aza,,, adislatif@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s