Ensiklopedia Indonesia, Chapter 1 – Sejarah Pariwisata Indonesia – ( Opening )

Posted: April 5, 2013 in Ensiklopedia Indonesia

bukit sikunir_Snapseed

Perkembangan pariwisata di indonesia semakin berkembang seiring dengan laju perekonomian dunia. Indonesia kaya akan wisata alam dan budaya, dewasa ini pemerintah makin gencar mengembangkan sumber daya pariwisata yang akan direncanakan sebagai sumber devisa oleh karena itu pemerintah menyadari penting nya pariwisata sebagai sektor yang dapat memperbaiki taraf hidup masyarakat indonesia secara umum dan secara khusus akan meningkatkan taraf hidup masyarakat regional, dengan kata lain meningkatkan pendapatan masyarakat yang bertempat tinggal di lingkungan sekitar tempat wisata.

Sejarah pariwisata indonesia lebih panjang dari pada usia republik ( Read : Indonesia ketika sudah merdeka ). Ketika proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945 beberapa destinasi wisata sudah relatif di kenal luas, ini disebabkan pada masa penjajahan belanda pemerintah kolonial mendirikan dewan perjalanan wisata yaitu Vereeniging Toeristenvenkeer Verker ( VTV ) pada tahun 1910 di batavia. Di tenggarai oleh perdagangan antar benua eropa dan asia perkembangan pariwisata di indonesia semakin pesat dengan banyak bermunculan agen-agen perjalanan, salah satu nya Linssonne Lindeman ( LISLIND ) di jakarta ( Batavia kala itu ) sekarang di kenal sebagai NITOUR ( Netherlanshe Indiche Touristen Bureau ) dan juga banyak berdiri sarana pendukung seperti hotel, contoh nya hotel Des Indes di Batavia, hotel Oranje di surabaya dan hotel De Boer di medan. Daerah yang paling besar terkena imbas kegiatan pariwisata pada saat itu adalah jakarta, surabaya, bandung, medan dan denpasar.

Tetapi jauh sebelum jaman kolonial belanda, Indonesia memiliki sejarah pariwisata sejak abad 14. Yaitu Kakawin Nagarakretagama mencatat bahwa raja Hayam Wuruk telah mengelilingi kerajaan majapahit yang kini menjadi daerah Jawa Timur menggunakan pedati dengan iring-iringan pejabat negara. Catatan perjalanan Bujangga Manik, seorang pengelana hindu dari pekuan pajajaran yang di tulis pada abad ke 15 menceritakan perjalanannya keliling pulau jawa dan bali, meskipun perjalanannya bersifat ziarah.

Vereeniging Toeristenvenkeer Verker ( VTV ) membuat buku panduan wisata Hindia-Belanda dalam bahasa inggris yang isi nya meliputi daerah wisata di jawa, bali, lombok dan sumatra, semenjak itu pariwisata hindia-belanda semakin popular walau hanya di kalangan eropa karena di kala itu pelaku pariwisata hanyalah orang kulit putih dan semakin pesat setelah terbit koran mingguan tentang pariwisata ‘ Java Tourist Guide ‘ pada tahun 1923. Selain informasi destinasi wisata koran ini juga menginformasikan akomodasi dan transportasi seperti kereta api, hotel serta budaya misalnya dengan panduan praktis bahasa lokal. Di kala penjajahan belanda bisa di katakan pariwisata sedang berkembang dengan kesiapan sarana dan prasarana seperti, dewan perjalanan wisata tingkat nasional ( VTV ), agen perjalanan, hotel, transportasi seperti kereta api walau hanya di pulau jawa ( 1 oktober 1927 ), maskapai penerbangan KLM yang hanya menghubungkan Belanda – Indonesia dan kapal laut yang di monopoli oleh KPM ( Koninklijke Paketvaart Maatschappij ) atau dalam bahasa indonesia nya Perusahaan Pelayaran Kerajaan yang kemudian terkena nasionalisasi menjadi Pelayaran Nasional Indonesia ( PELNI ).

Namun semua itu berantakan setelah jepang menjajah indonesia, berkobarnya perang dunia II menyebabkan pariwisata indonesia terlantar. Orang-orang eropa ( Orang kulit putih yang notabene pada jaman kolonial belanda adalah pelaku wisata yang membuat pariwisata indonesia berkembang pesat ) tidak antusias lagi untuk berkunjung ke indonesia di sebab kan kekacauan setuasi akibat pendudukan jepang. Semua sarana dan prasarana pariwisata di alih fungsikan oleh jepang, misal nya hotel-hotel di jadikan rumah sakit atau tempat tinggal bagi perwira jepang dan di tambah bom hiroshima – nagasaki yang membuat terpuruk nya perekonomian indonesia.

1 Juli 1947 merupakan babak baru bagi pariwisata indonesia, setelah bersusah payah melepaskan diri dari cengkraman penjajah. Indonesia membentuk badan kepariwisataan yang di beri nama HONET ( Hotel National and Tourism ) yang di pimpin oleh R. Tjipto Ruslan. HONET bertujuan untuk melanjutkan serta mengurus hotel peninggalan belanda dan semua hotel di bawah manajeman HONET di ganti menjadi hotel MERDEKA. HONET terbentuk karena surat keputusan wakil presiden RI waktu itu ( DR. Moch Hatta ), untuk membangun kembali pariwisata indonesia yang sudah terpuruk. Dengan ada nya perjanjian KMB ( Konfrensi Meja Bundar ) pada tahun 1948, menurut perjanjian itu semua harta kekayaan harus di kembalikan kepada pemiliknya oleh karena itu HONET dibubarkan dan di bentuk badan hukum milik indonesia tentang kepariwisataan yaitu NV HONET. Pada tahun 1952, sesuai keputusan Presiden RI, di bentuk dewan inter departemental urusan pariwisata yang bertugas untuk membangun kembali pariwisata indonesia.

Pada tahun 1963, urusan kepariwisataan dimasukan ke dalam lembaga struktural, menjadi bagian dari kementrian perhubungan darat, pos, telekomunikasi dan pariwisata. Pada tahun inilah untuk pertama kali nya indonesia menjadi tuan rumah PATA ( Pasific Asia Travel Association ). Pada tahun 2000 periwisata di satukan dengan kebudayaan menjadi kementrian kebudayaan dan pariwisata. Pada masa orde baru jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke indonesia semakin meningkat walau perlahan, Pemerintah membuat program ‘ Tahun Kunjungan Indonesia ‘. Program ini meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara hingga 400.00 ribu orang, Program ini terus di kembangkan hingga periode 2008 dan di akhir periode program itu berganti ‘Brand’, yaitu pada tahun 2011 menjadi ‘ Wonderful Indonesia ‘ dengan tema Eco, Culture dan MICE.

Terdiri dari kurang lebih 13.466 pulau dengan panjang pantai lebih dari 6.360 km dan dari sabang sampai marauke lebih dari 1.120 suku bangsa. Ini sebuah kekayaan tak terkira dengan wisata bahari dan wisata budayanya ditambah bukit dan pegunungan serta wisata alam yang terbentang luas. Jadi apa tantangan pariwisata di negara kepulauan terbesar ini ?

” Jangan tunggu kaya buat liat Indonesia dan jangan denger kata orang klo Indonesia itu indah…Lihat dan buktikan sendiri ” ~ Kadal

Sumber :

Wikipedia

Kemenparekraf

dan disadur dari berbagai tautan

Foto by @Dyanname

Komentar
  1. hanyakomen mengatakan:

    tantangan jaman sekarang cukup sederhana
    kita tentunya ingin negeri ini diingat oleh kaum muda.
    semua hanya menunjukkan ke eksistensian masing-masing
    ex : dokumentasi pribadi etc
    hampir semua lupa cara mengolah, berdaptasi dan menghormati
    yang ada sekarang adalah mengeksploitasi.
    semua tau indonesia kaya tapi tidak banyak yang mengerti bagaimana mengelola demi kelangsungan diri dan masyarakat sekitar.

    jadi tantangannya : “kaum muda di negeri ini perlu di ingatkan.”

    • jalanalakere mengatakan:

      Di mulai ingatkan diri sendiri sblm mengingatkan orang lain🙂 ” I or You maybe only one person but I or You can be one person who makes difference ”

      Thanks komen nya siapapun diri mu :p

  2. winnymarch mengatakan:

    intinya melestariknnnay sih

  3. hebat nanti kalau sudah besar mau mengelilingi indonesia ahhh🙂

  4. Hotel mengatakan:

    Artikel yang menarik dan bermanfaat semoga Wisata di Garut bisa mengikuti kepopuleran kota Bandung sehingga bukan hanya Hotel di Bandung yang laku akan tetapi Hotel di Garut

  5. rayma mengatakan:

    nice info, bermanfaat..

  6. christponds mengatakan:

    nice informasi sangat bermanfaat, kunjungi blog kami juga ya http://gateofjava.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s