Kamulan Bhumi Sambara

Posted: Oktober 24, 2013 in Uncategorized

4_Snapseed

Di atas bukit berpayung langit membiru

Dalam kerajaan sunyi kau bersemayam abadi

Dinding mu terukir ajaran suci

Mulai awal kehidupan hingga mati

Maha karyamu selalu di jaga roh suci

HIngga kini tetaplah murni

Pantulkan cahaya tanpa distorsi

Ditepi orang bersemedi, Coba pahami karya mu ini

Menikmati photo ” The Stupas Of Borobudur ” yang merupakan salah satu finalis foto dari Dji Sam Soe Potret Mahakarya Indonesia, jadi teringat sepenggal puisi diatas karya Ery Kusuma Wardani dan terinspirasi untuk berbagi cerita tentang Kamulan Bhumi Sambara.

Kamulan Bhumi Sambara adalah nama asli Candi Borobudur yang di bangun oleh dinasti Wangsa Syailendra pada abad kedelapan masehi dan dipersembahkan untuk memuliakan Budha. Borobudur merupakan mahakarya untuk kemanusiaan serta mandala suci sekaligus  sebagai perpustakaan termegah yang menjadi lambang bangsa besar dan berbudaya.

Sekitar 300 tahun silam, areal candi borobudur merupakan hutan dengan semak belukar yang oleh penduduk sekitar di sebut ” Redi Borobudur “. Menurut penuturan Suparno yang sejak tahun 1972 bekerja di Candi Borobudur membantu dalam pemugaran dan penelitian tentang Candi Borobudur dan kehidupan masyarakat sekitar. Suparno juga tinggal di sekitar Candi Borobudur yang terkenal dengan warung mie rebus nya, karena Suparno terkenal ramah dan suka berbagi cerita sejarah tentang Candi Borobudur.

Untuk pertama kali nama Borobudur di ketahui dari naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca ( 1365 Masehi ) kemudian pada naskah Babad Tanah Jawi ( 1709 – 1710 ) lalu pada tahun 1814 Thomas Stamford Raffles dalam buku nya ” The History of Java ” bercerita sedikit tentang bukit yang di penuhi dengan batu berukir lalu mengutus Cornelius sebagai ahli sejarah dan seni untuk membawa penduduk sekitar dan membersihkan bukit tersebut selama dua bulan yang hasil nya bangunan Candi Borobudur semakin jelas terlihat.

Pemugaran pun berlanjut pada tahun 1907 – 1911 yang di lakukan oleh Van Erp ( Arkeologi Belanda ) tetapi pemugaran selama 4 tahun tersebut dilakukan hanya untuk menghindari candi borobudur dari Aliran air yang dapat merusak keutuhan candi oleh karena itu selama pemugaran itu hanya untuk memperbaiki sistem drainase dan pembuatan canggal untuk mengarahkan aliran air hujan.

Baru pada tahun 1963 bangsa Indonesia melakukan pemugaran untuk penyelamatan Candi Borobudur namun usaha pemugaran tersebut terhenti di karenakan pemberontakan G 30 S/PKI, tetapi upaya penyelamatan Candi Borobudur oleh bangsa Indonesia tidak terhenti begitu saja tepat nya pada tanggal 10 Agustus 1973 dimana Soeharto melantik sebagai presiden telah meresmikan proyek pemugaran Candi Borobudur. Pemugaran ini dilakukan selama 10 tahun ( 1973 – 1983 ) bekerja sama dengan UNESCO dan dari pihak Indonesia di pimpin oleh Prof. Dr. Soekmono. Dari pemugaran tersebut Candi Borobudur berganti nama menjadi Taman Wisata Candi Borobudur yang dimana nanti di sekitar candi akan di kelilingi taman serta di lengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung yang bisa kita lihat sekarang.

Candi Borobudur merupakan pusaka budaya bagi semua orang oleh karena itu ada banyak cara untuk menghormati sebagai tempat yang sakral. Misalnya melakukan pradaksina, berjalan mengelilingi candi dengan menempelkan bagian candi di tangan kanan kemudian ada pula yang mengitari candi sebanyak tiga kali sambil membacakan ” Buddhanusati, Dhammanusati dan Sanghanusati, ini biasa nya dilakukan oleh penganut ajaran Budha khususnya aliran Teravada. Tetapi sekarang ini untuk khayalak umum ada persyaratan mengenakan kostum yang pantas bahkan mengenakan selendang atau kain untuk menghormati candi.

Stupa adalah tempat penyimpanan abu sang Budha dan melambangkan perjalanan sang Budha menuju nirvana ( Syurga ) kemudian stupa di jadikan lambang Buddhisme untuk menunjukan pengaruh ajaran Buddhisme di berbagai kawasan. Menurut ajaran Buddhisme stupa terdiri dari tiga bagian, yaitu Andah ( Melambangkan dunia bawah, tempat manusia yang masih di kuasai hawa nafsu ), Yanthra ( Suatu benda untuk memusatkan pikiran saat bermeditasi ) Dan Cakra ( Melambangkan nirvana tempat para dewa bersemayam ). Stupa juga melambangkan Nibbana ( Kebebasan ) yang merupakan dasar utama dari seluruh rasa Dhamma yang diajarkan oleh Sang Buddha.

Stupa juga digunakan sebagai makam penyimpanan abu bangsawan atau tokoh tertentu, Seperti stupa di Candi Borobudur yang konon kata nya merupakan makam raja-raja Dinasti Wangsa Syailendra. Stupa Candi Borobudur melambangkan filsafat ” Dasabodhisatwabhumi ” yang mempunyai tiga macam stupa, yaitu :

  1. Stupa Induk : Berada di puncak candi berperan sebagai mahkota yang merupakan stupa paling besar diantara stupa lainnya di Candi Borobudur. Diatas puncak stupa terdapat ” Charta ” ( payung ) bertingkat tiga dan stupa ini tertutup rapat sehingga orang tidak bisa melihat dalam nya. Namun sekarang bentuk nya sudah tidak utuh lagi
  2. Stupa Berlubang : Stupa yang terdapat pada teras bundar 1, 2 dan 3 dimana di dalam nya terdapat 72 stupa berlubang ( Teras Bundar 1 = 32 Stupa , Teras Bundar 2 = 24 Stupa, Teras Bundar 3 = 16 Stupa )
  3. Stupa Kecil : Stupa kecil bentuk nya hampir sama dengan stupa lainnya hanya saja lebih kecil ukurannya. Stupa ini menghiasi seluruh candi dengan jumlah 1472 buah.

Stupa – stupa berlubang atau berongga yang terdapat pada teras bundar mempunyai perbedaan di rongga-rongga nya, yaitu berbentuk wajik dan segi empat, namun di dalam stupa tersebut terdapat arca yang sama berupa Sang Buddha yang tengah bertapa dengan posisi duduk bersila. Perbedaan bentuk rongga mengartikan kesempurnaan jalan menuju penerangan. Stupa yang paling besar di puncak candi memiliki arsitektur sederhana, rapat tanpa rongga walau sebagai mahkota candi yang konon kata nya dahulu terdapat patung Buddha emas yang hilang di curi ketika jaman penjajahannya namun kebenarannya belum terbukti sampai sekarang. Di stupa yang paling besar terdapat lambang yang di pakai oleh Sangha Theravada Indonesia, lambang itu di sebut ” Dhammacakka ( Roda Dhamma ) ” dengan jari-jari delapan di tengah stupa melambangkan Ariya Atthangika Magga yang merupakan jalan untuk mencapai kebebasan dan empat lingkaran di tengah Roda Dhamma melambangkan empat tingkat kesucian dalam menuju pencapaian kebebasan ( Sotapatti, Sakadagami, Anagami dan Arahat ). Sementara stupa-stupa kecil tersebar di seluruh candi dari relung-relung dasar hingga puncak candi.

Uraian Bangunan Candi Borobudur :

  1. Candi Borobudur dibangun menggunakan batu adhesit
  2. Bangunan Candi Borobudur berbentuk limas berundak dengan tangga naik di ke empat sisi nya ( Utara, Selatan, Timur dan Barat
  3. Candi Borobudur : Lebar ( 123 M ), Panjang ( 123 M ), TInggi ( 30.5 M )
  4. Struktur dasar candi borobudur merupakan punden berundak dengan enam pelataran berbentuk bujur sangkar, tiga pelataran berbentuk bundar dan sebuah stupa utama sebagai puncak nya
  5. Sepuluh pelataran Borobudur menggambarkan jelas secara filsafat mazhab mahayana dan menggambarkan sepuluh tingkatan bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnan menjadi Buddha
  6. Bagian kaki Candi Borobudur ( Kamadhatu ) : Ranah atau tempat yang dikuasai oleh karma dan hawa nafsu. Dibagian ini banyak terdiri dari tumpukan batu sebagai pondasi untuk memperkuat konstruksi candi dan terdapat sekitar 160 relief-relief yang menggambarkan hukum karma
  7. Bagian tengah Candi Borobudur ( Rupadhatu ) : Tingkatan kedua dari Candi Borobudur, tingakatan ini merupakan dunia yang sudah melepaskan diri dari hawa nafsu namun masih terikat oleh rupa dan bentuk ( Antara alam bawah dan alam atas ). Pada bagian ini terdapat patung Buddha di ceruk-ceruk dinding maupun selasar
  8. Bagian atas Candi Borobudur ( Arupadhatu ) : Tempat ini merupakan tingkatan paling tinggi dengan luas paling kecil tetapi merupakan tempat bersemayam para dewa. Bagian ini berbentuk bulat dan tidak terdapat relief dan melambangkan kesucian sang Buddha setelah mendapat kebahagiaan sejati
  9. Borobudur tidak memiliku ruang-ruang untuk melakukan pemujaan, yang ada hanya selasar-selasar panjang dan sempit ( Di selasar tersebut yang di pakai umat Buddha upacara mengelilingi candi ke arah kanan )
  10. Struktur Candi Borobudur jika dilihat dari atas akan membentuk struktur mandala
  11. Relief : Setiap tingkatan Candi Borobudur di pahat relief-relief pada dinding yang di baca sesuai arah jarum jam ( Mapradaksina = Timur ). Pembacaan cerita-cerita relief ini dimulai dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkat nya mulai di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan. oleh karena itu sebelah timur merupakan tangga naik yang sesungguhnya tempat awal untuk memasuki Candi Borobudur.

Candi Borobudur dengan kemegahannya tetapi bagai melupakan kehidupan sekitar nya karena sejak candi itu di temukan kemudian di pugar berbagai konflik yang berkepanjangan terjadi, misal nya proses pembebasan tanah yang akan di pakai untuk mempercantik Candi Borobudur yang setelah di pugar berganti nama menjadi Taman Wisata Candi Borubudur. Karena masyarakat meyakini tujuan nya baik untuk melestarikan Candi Borobudur tetapi yang menjadi permasalahan kenapa penduduk sekitar nya juga tidak ikut ” Di lestarikan “, dimana merupakan bagian dari Candi Borobudur yang sudah ada sejak dahulu.

Candi Borobudur layak sang ibu bagi ribuan warga sekitar, memberikan kehidupan, kemakmuran dan membahagiakan banyak orang yang hidup di sekitar candi. Tetapi dengan riuh pikuk Candi Borobudur yang menjadi kebanggaan bangsa dan terkenal di mata dunia, ada suatu yang hilang yaitu kesakralan tempat suci beragama ini dengan berubah wujub menjadi tempat ” wisata ” sesungguhnya seharusnya menjadi tempat wisata yang menginspirasi kaum muda untuk berkarya dan belajar tentang kehidupan yang berbudaya.

Photo by : Kojek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s