Ranu Ku(mbolo)… Ranu mu… Ranu Tanah Air Beta ( Kita )

Posted: Oktober 27, 2013 in Uncategorized

Rakum

Ranu yang arti nya Danau ( Bahasa Tengger ). Air yang jatuh di permukaan bumi sekitar 40 % nya mengalir ke danau, baik yang langsung jatuh ke danau, mengalir lewat sungai maupun sumber mata air tanah. Sumber air yang memenuhi danau di sebut presipitasi, yaitu air hujan dan salju. Danau selain tempat yang indah juga merupakan sebagai sumber kehidupan manusia kerena danau berfungsi sebagai pemenuhan hidup tapi di sisi lain banyak masyarakat percaya cerita mistis ataupun mitos tentang danau.

Celotehan dan senda gurau dengan segelas kopi selepas senja di warung sederhana kota Batu, Malang sekedar melepas lelah dan melawan dingin setelah melakukan perjalanan dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan bermalam di tempat kawan di kota Batu. Warung sederhana tempat bertegur sapa pada malam itu sangat hangat bagi saya yang notabene bukan warga setempat karena di sambut dengan obrolan-obrolan ringan seputar keindahan kota yang berhawa dingin ini.

Malam masih muda tetapi hawa dingin sudah serasa sampai sum-sum tulang, membuat ku menambah lagi segelas kopi hitam panas untuk larut dalam kehangatan warung ini. Benar dugaan ku, malam ini akan sangat sia-sia jika hanya di habis kan di kasur empuk saja. Sugiyono nama nya asal dari lumajang yang kebetulan sedang berada di kota Batu dalam rangka bersilaturahmi dengan kawan nya. Perkenalan sama berawal dari sepiring pisang goreng dan segelas kopi tubruk yang lalu bercerita ngalor-ngidul dan pada akhir nya saya tau bahwa kita mempunyai persamaan yaitu mencintai alam bumi pertiwi ini.

Sugiyono berkisah tentang kecintaan nya kepada alam sampai beliau menjadi tim SAR ( Search and Rescue ) dan suka melakukan operasi pencarian ketika ada laporan pendaki hilang atau tersesat. Suatu pekerjaan menantang maut demi keselamatan orang lain membuat dingin di badan ini berubah menjadi hangat karena antusias akan kisah-kisah penyelamatannya.

Digelitik rasa penasaran akan gunung yang selama ini sangat ingin saya daki tetapi dua kali perencaan dan dua kali pula gagal melaksanakan, aku pun bertanya tentang gunung semeru secara detail kepada Sugiyono dan kemudian Sugiyono bercerita tentang Gunung Semeru, mulai dari keindahan alam nya, cerita mistis, mitos dan tingkah prilaku yang semesti nya jika kita mendaki gunung.

larut dalam obrolan menarik tentang gunung Semeru dengan tambahan segelas kopi lagi, Sugiyono pun mulai bercerita. Gunung Semeru dengan puncak Mahameru yang terkenal di kalangan pendaki sebagai puncak para dewa mempunyai ketinggian 3676 Mdpl merupakan gunung tertinggi di pulau jawa dengan sebuah kawah di puncak nya yang bernama Jonggring Saloka. Keindahan Gunung Semeru sudah melegenda oleh karena itu menjadi tempat favorit bagi para pendaki domestik maupun mancanegara.

Selain puncak Mahameru, ada satu tempat yang sangat ingin aku sambangi di Gunung Semeru, yaitu Ranu Kumbolo. Menurut saya sebagai tempat pemberhentian ( Istirahat ) yang sangat eksotik untuk para pendaki sebelum memulai perjalanan menuju puncak Mahameru. Jadi teringat cerita seorang teman tentang keindahan bintang dan matahari terbit di Ranu Kumbolo walau hawa dingin nya menusuk tulang tetapi tempat ini selalu penuh oleh para pendaki untuk saling bercengkrama.

Entah sudah berapa gelas kopi kita larut dalam obrolan Gunung Semeru dan tibalah seorang sosok laki-laki setengah tua muncul di depan kami yang ternyata adalah seorang kenalan Sugiyono yang bernama pak Ningot yang notabene warga Ranu Pani yang juga rekan Sugiyono di Tim SAR ( Search and Rescue ). Antusiasme ku pun makin menjadi dengan keindahan Ranu Kumbolu dan cerita-cerita didalam nya karena bertambah nya nara sumber ku untuk mengeruk informasi sebanyak-banyak nya.

Gunung Semeru mempunyai empat Ranu ( Danau ) : Ranu Pane, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Ranu Darungan, dari ke empat ranu tersebut Ranu Kumbolo lah yang menjadi primadona para pendaki. Ranu Kumbolo memiliki luas sekitar 8 hektar dan terletak di ketinggian 2.400 Mdpl yang terbentuk oleh letusan kawah Gunung Jambangan sehingga membentuk ceruk yang dapat menampung air diantara bukit-bukit sehingga membuat Keindahan nya terkenal seantero negeri, memang Tuhan adalah arsitek paling hebat ujar pak Ningot kemudian meneguk gelas kopi nya.

Rerumputan yang menghijau, air bersih, udara segar, pepohonan dan kabut-kabut yang membentuk embun merupakan pengalaman yang akan di rasakan ketika para pendaki menghabiskan waktu nya di Ranu kumbolo, selain keindahan juga di Ranu Kumbolo ada sebuah monumen yang menurut masyarakat setempat sudah ada sejak jaman kerajaan Majapahit. Terkenal di balik keindahannya ternyata Ranu Kumbolo menyimpan beberapa cerita mistis  dan mitos yang mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki.

Seperti di Amin’i oleh Sugiyono yang kemudian bercerita tentang sosok cahaya di atas Ranu Kumbolo dan berubah menjadi wanita cantik serasa tak mau kalah pak Ningot pun bercerita tentang sosok bertubuh pendek yang suka mandi di tepi Ranu di sisi tenggara dan mitos penduduk Ranu Pane yang percaya bahwa jika ada yang meninggal di Gunung Semeru arwah nya akan menetap di tempat ia menghembuskan nafas terakhir selama 1 minggu.

Selain itu di Ranu Kumbolo banyak terdapat ikan mas yang menurut logika saya entah dari mana muncul nya ikan-ikan mas itu tetapi tetap berpikir positif, mungkin ada beberapa pendaki yang membawa bibit ikan mas kemudian di ceburkan ke Ranu Kumbolo ( Think Positive ) tetapi menurut masyarakat setempat ikan – ikan mas tersebut adalah jelmaan dari hantu wanita cantik beserta para dayang -dayang nya oleh karena muncul mitos dilarang bagi warga sekitar gunung Semeru dan para pendaki untuk mengambil ( memancing ) ikan di Ranu Kumbolo. Di tengah keindahan alam yang tiada tara masih saja ada cerita atau mitos yang entah dari mana awal nya tetapi sangat di percaya dan di pegang teguh sampai sekarang , gumam ku dalam hati.

Kemudian ada cerita rakyat tentang asal – usul Ranu Kumbolo, yaitu ada sepasang suami – istri yang memiliki anak dengan sisik ikan tumbuh di badan nya yang konon kata nya karena sang istri memakan ikan mas ajaib hasil tangkapan suami nya. Singkat cerita sang anak yang bernama Kumbolo tumbuh dewasa namun terasing dari lingkungannya tetapi sang anak tetap ceria karena punya kemampuan untuk berenang dan dapat bertahan lama di dalam air.

Pada suatu malam ibunda Kumbolo bermimpi di datangi seekor ikan yang bisa berbicara, dalam mimpi nya ikan tersebut berkata bahwa Kumbolo akan kembali normal jika dapat menemukan mutiara pelangi di puncak semeru. Dengan restu dari kedua orang tua nya berangkatlah Kumbolo menuju puncak semeru. Dalam perjalanan menuju puncak semeru banyak rintangan yang menghadang Kumbolo tetapi Kumbolo berhasil melewati rintangan tersebut dan mendapat mutiara pelangi di puncak semeru.

ketika akan menuruni puncak semeru, terjatuh lah mutiara tersebut ke lereng gunung dan jatuh ketanah kemudian tanah tersebut amblas membentuk ceruk dan mengeluarkan air hingga terbentuklah sebuah Ranu yang kemudian di namakan Ranu Kumbolo. Konon kata nya sisik ikan di tubuh Kumbolo hilang ketika Kumbolo membasuh badan nya dengan menggunakan air yang berasal dari Ranu. Kisah cerita ini aku baca di sebuah blog dan kemudian aku ceritakan kepada Sugiyono dan Pak Ningot untuk bertanya akan kebenarannya, tetapi kedua nya hanya tersenyum dan entah apa arti senyuman tersebut.

Tidak jauh dari Ranu Kumbolo juga terdapat Tanjakan Cinta yang menjadi satu kesatuan keindahan karena dari atas tanjakan cinta Ranu Kumbolo terlihat sangat menggoda dengan kerlipan sinar lampu atau warna-warni tenda para pendaki menambah keindahan Ranu Kumbolo yang tergolek gagah di bawah nya. Tanjakan cinta merupakan sebuah jalur terjal di Gunung Semeru yang terletak di antara Ranu Kumbolo dan Oro – oro Ombo. Percaya atau tidak percaya menurut Sugiyono ada mitos jika kita sanggup melewati tanjakan cinta tanpa berhenti dan menoleh kebelakang, maka jalinan cinta akan abadi atau seseorang yang kita taksir akan jatuh cinta jika kita menyebut nama nya selama melewati tanjakan cinta. Percaya atau tidak silahkan coba, tetapi jodoh itu urusan Tuhan, pak Ningot menimpali.

Keindahan Gunung Semeru memang sangat menggoda salah satu pesona nya adalah Ranu Kumbolo, entah kapan aku akan menyambangi tempat ini tetapi suatu saat nanti mudah-mudahan akan terwujud. Sugiyono berjanji kepada ku akan menemani selama pendakian dan berpesan agar jika melakukan pendakian di gunung manapun agar selalu berhati-hati baik dalam pendakian maupun dalam bersikap, hindari berbicara kotor, merusak lingkungan, tetap rendah hati selama berada di alam dan saling menjaga sesama pendaki.

Beberapa data tentang rute pendakian Gunung Semeru yang saya catat selama obrolan di warung ( Sumber Sugiyono ) :

A. Rute dari Malang ke Gunung Semeru :

  • Malang – Tumpang : 18 Km ( jarak tempuk 45 menit menggunakan kendaraan )
  • Tumpang – Gubugklakah : 12 Km ( Jarak tempuh 45 menit menggunakan kendaraan )
  • Gubugklakah – Ranu Pane : 17 Km ( Jarak tempuh 90 menit menggunakan kendaraan )
  • Ranu Pane ( 2.200 Mdpl ) – Watu Rejeng : 7 Km ( Jarak tempuh 1.5 Jam dengan berjalan kaki )
  • Watu Rejeng – Ranu Kumbolo ( 2.400 Mdpl ) : 6 Km ( Jarak tempuh 1.5 jam dengan berjalan kaki )
  • Ranu Kumbolo – Oro oro Ombo : Jarak tempuh 1 jam dengan berjalan kaki
  • Oro oro Ombi – Cemoro Kandang : Jarak tempuh 1 jam dengan berjalan kaki
  • Cemoro Kandang – Kalimati ( 2.700 Mdpl ) : Jarak tempuh 1 jam dengan berjalan kaki
  • Kalimati – Arcopodo ( 2.900 Mdpl ) : Jarak tempuh 1 jam dengan berjalan kaki
  • Arcopodo – Puncak Mahameru ( 3.676 Mdpl ) : 1.4 Km ( Jarak tempuh 3 jam dengan berjalan kaki )

* Jarak Ranu Kumbolo – Kalimati adalah 11.5 Km dengan total perjalan selama 3 jam dengan berjalan kaki

” Tulisan ini di ikutkan dalam kompetisi blogger dengan bertajuk Dji Sam Soe Potret Mahakarya Indonesia dan terispirasi oleh foto ” Danau ” oleh Dadang Nurmawan “

Photo by : Kojek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s