Nirvana Sunrise Bukit Puthuk Setumbu

Posted: November 1, 2013 in Uncategorized

1

Puthuk Setumbu merupakan sebuah bukit dengan ketinggian 400 Mdpl dan tempat untuk menikmati keindahan matahari terbit yang terletak di 4 km sebelah barat Candi Borobudur, lebih tepatnya terletak di Kurahan desa karangrejo kecamatan Borobudur. Dari atas bukit ini banyak penggila fotografi mencari moment yang sangat menawan dengan latar belakang Gunung Merapi – Merbabu dan tentu nya candi borobudur walau harus berjuang melawan kantuk dan hawa dingin tetap saja semakin hari semakin ramai orang yang penasaran dengan keindahan sunrise bukit ini.

Jam menunjukan pukul 00.00 tetapi mata masih bergelayut manja di pelupuk mata walau sudah mengganti segelas kopi dengan secangkir teh tapi tidak juga bertemu dengan gerbang mimpi. Mungkin rasa penasaran akan sunrise puthuk setumbu mengalahkan rasa kantuk ku padahal jam 04.30 sudah harus bersiap untuk menuju kaki bukit puthuk setumbu.

Perjalanan dari tempat saya bermalam menuju bukit puthuk setumbu bisa di tempuh dengan naik ojek, sepeda ontel ataupun berjalan kaki. Saya putuskan untuk naik ojek sampai kaki bukit di karenakan semalam kurang tidur. Perjalanan saya tempuh selama 15 menit, 15 menit yang sangat lama dalam hidup saya karena harus bisa menjaga keseimbangan agar motor tidak tergelincir akibat jalan yang becek dan licin serta hawa dingin yang menari-nari di sekujur tulang.

Perjalanan saya lanjutkan dengan berjalan kaki dari tempat tempat parkir kendaraan bermotor ataupun sepeda sekitar 500 meter menuju puncak bukit di temani dengan mas firman yang merupakan tukang ojek sekaligus guide di Candi Borobudur. Sepanjang perjalanan mas firman bercerita kenapa sekarang banyak orang yang berbondong-bondong mengunjungi puthuk setumbu. Menurut mas firman puthuk setumbu tersohor ketika warga lokal bernama Suparno pada tahun 2004 menemukan spot surise yang sangat menakjubkan dengan latar belakang Gunung Merapi – Merbabu dan Candi Borobudur. Pak suparno awal nya bekerja di Candi Borobudur dan membuka warung mie di sekitar candi yang terkenal dengan nama mie Suparno kemudian Suparno belajar foto untuk mengabadikan turis-turis mancanegara yang datang ke candi borobudur tetapi secara tidak sengaja menemukan spot sunrise yang memukau dan pada akhirnya sangat terkenal sampai sekarang.

Tidak terasa tanah lembab karena embun yang membuat perjalanan saya terhambat, untung pendakian menuju puthuk setumbu tidak seberat menuju penanjakan bromo ataupun bukit sikunir dieng jadi langkah kaki ini terus bersemangat apalagi sambil di ceritakan tentag bukit ini oleh mas firman serta cerita alam yang seperti desiran angin yang membuat irama jika terhempas di dahan pohon dan derik suara menambah birama perjalanan ini.

Langkah demi langkah terlewati dengan beberapa kali hampir tersungkur karena jalanan yang licin akhir nya kaki ini menginjakan kaki di Bukit Puthuk Setumbu, terpampang kemegahan candi borobudur dengan diselimuti embun menambah sakral serta dikit demi sedikit semburat cahaya dari tengah dua gunung menambah keanggungan Candi borobudur. Meski hanya terlihat siluet yang kecil candi borobudur tetap terlihat menawan.

Kunjungan terbaik adalah pada bulan mei – juli, karena pada bulan-bulan ini menurut mas firman cuaca sedang bersahabat. Bila cuaca bersahabat semburat cuaca jingga akan merubah kekelaman warna embun dan berganti menjadi warna – warni yang membuat terpukau. Pada saat yang hampir bersamaan saya dan entah berapa orang yang ada di atas bukit diam terpukau dengan mata mengabadikan moment Nirvana Sunrise yang merupakan julukan untuk sunrise bukit puthuk setumbu.

Menurut saya yang harus di siapkan untuk menikmati nirvana sunrise adalah bermalam di hotel,losmen ataupun homestay di sekitaran borobudur, tidur cukup untuk persiapan fisik karena rata-rata yang ingin menikmati sunrise puthuk setembu harus bangun pukul 04.30 pagi, sarapan pagi dan pakaian yang layak ( jaket tahan dingin, celana panjang serta sepatu atau sendal untuk mendaki ).

Tarif ojek : Home stay ( sekitar Borobudur ) 50 ribu pp

Tarif masuk : 15.000 ( minuman hangat dan Senter )

Tarif home stay : 100 ribu – 250 ribu

Nirvana Sunrise bukit puthuk setumbu merupakan potret mahakarya Indonesia yang merupakan sketsa Sang Pencipta yang wajib di jaga kelestariannya oleh setiap manusia agar bisa di nikmati keindahannya ke generasi berikut nya.

Sumber Foto : Arif Otto ( yang merupakan salah satu foto finalis dari Potret Mahakarya Indonesia )

” Satu Langkah Loe Bikin Pinter Anak Bangsa “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s